Makassar, Pensilrakyat.com – Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK) melaporkan resmi indikasi Persekongkolan pada Lelang Penyelesaian Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tahun anggaran 2021.

Proyek yang sedianya dilaksanakan dengan jumlah anggaran senilai Pagu Rp. 7.500.000.000,- dimenangkan oleh PT. Wirabaya Nusantara Permai dengan nilai hasil negosiasi Rp. 7.077.777.777,77.

Hasianto Parera, Ketua Divisi Monitoring dan Evaluasi L-KONTAK mengatakan, lembaganya menemukan adanya indikasi Persekongkolan Tender yang dilakukan oleh Pokja dan pemenang lelang.

Menurut Hasianto, pada persyaratan kualifikasi teknis yang disampikan melalui pengumuman lelang oleh Pokja, tercantum persyaratan dimana Perusahaan yang akan mengikuti harus memiliki pengalaman 5 tahun terakhir dan harus memiliki Personil Manejerial Ahli salah satunya Ahli K3.

“Kami telah membuka tentang PT. Wirabaya Nusantara Permai sebagai pemenang lelang, yang ternyata berdasarkan laporan LPJK tidak memiliki pengalaman 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Hasianto menambahkan, jika PT. Wirabaya Nusantara Permai sebagai pemenang tidak memiliki Personil Manejerial sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Pokja sehingga hal tersebut dapat berakibat pada Persengkokolan Tender sebagaimana yang diatur pada Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Persaingan Usaha Yang Sehat.

READ  Jalan Wisata Topejawa Gulita Diwaktu Malam, Pemda Takalar Semestinya Peduli

Bahkan menurut Hasianto, lembaganya menduga kuat jika, ketiga perusahaan yang lolos kualifikasi diduga tidak memenuhi yang dipersyaratkan oleh Pokja. Dimana ketiga perusahaan tersebut, tidak memiliki pengalaman 5 tahun terakhir pada Bangunan Gedung dengan SBU BG 007,” ungkapnya, Selasa (27/04/2021)

Hasianto berharap agar laporan L-KONTAK secara resmi ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Makassar dengan Nomor Surat 08131/S.LP/DPP L-KONTAK/IV/2021segera ditindaklanjuti demi tegaknya supremasi hukum di negara ini.

“Kita tunggu saja hasil dari KPPU, semoga semua berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya. (Tim)