Gowa, Pensilrakyat.com – Putra Ardyansah atlet sprinter dari Kabupaten Gowa telah berhasil menjuarai lari sprinter jarak 100 meter di Porda yang diselenggarakan pada tgl 23-25 November tahun 2021 di GOR Sudiang Makassar.

Suatu prestasi yang luar biasa bagi Putra Ardyansah telah berhasil lolos di Porda, apalagi Putra Ardyansah di usianya yang 16 tahun dan masih duduk di bangku sekolah SMA PPLP SUDIANG Makassar tergolong masih sangat muda, ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami selaku orang Gowa,” ungkap A Rafiudin Tantu salah satu aktivis pemerhati pemuda di Gowa pada media ini, Jum’at (26/11/2021).

Sebagai generasi muda yang telah mampu membawa nama harum Kabupaten Gowa di tingkat Porda, Putra Ardyansah tentu sangatlah membutuhkan suport dan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Gowa untuk lebih meningkatkan prestasinya ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Hari ini, Jumat tgl 26 November ketika kami menemui orang tua dari Putra Ardyansah di kediamannya di jalan Mawang atas nama Pak Suardi, dia mengatakan, kami sebagai orangtuanya turut merasa bangga dan bersyukur atas prestasi anak kami yang telah berhasil menjuarai lari sprinter jarak 100 meter Alhamdulillah, semoga hal ini dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Gowa dikancah olah raga,” ungkap Suardi penuh haru.

See also  Ade Ratnasari Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Sekretaris DPW Sapu Jagad Sulsel Angkat Bicara!

Pak Suardi menambahkan, bahwa selama ini anaknya banyak orang diluar Gowa yang memintanya untuk mewakili daerahnya di Porda. Tapi dia masih ingin anaknya membawa nama Kabuoaten Gowa di Porda.

“Pak suardi berharap anaknya dapat bantuan dan dukungan serta perhatian, khususnya dari pemerintah Kabupaten Gowa baik berupa moril, pikiran dan material”,

Menurutnya, Putra Ardyansah merupakan aset kepemudaan bagi Kabupaten Gowa kedepannya dibidang olahraga lari sprinter jarak 100 meter, 400 meter, 800 meter dan lari estafet selaku atlet.

Ia juga menyampaikan, dalam kesehariannya Putra Ardyansah fokus dan selalu semangat dalam berlatih tanpa mengenal lelah, mereka berprinsip bahwa “LATIHAN YANG KERAS TIDAK AKAN MENGKHIANATI HASIL”, tutup Suardi. (*)