Gowa, Pensilrakyat.com – Proyek pedesterian yang ba’ bunga mekar dimusim kemarau, makin santer  menuai cuitan masyarakat belakangan ini di Kabupaten Gowa Kota Sungguminasa, namun nampak sulit selesai sesuai target.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini terkait nilai serapan anggarannya pun baru sekira 72 persen dan sudah memasuki akhir tahun, hal ini memantik perhatian sejumlah anggota dewan di Kabupaten Gowa.

Baru-baru ini dikabarkan, Ketua Komisi III DPRD Gowa beserta rombongan yang sebelumnya Kamis (05/12) bersama Kadis PUPR, Ir. Mundoap, telah turun meninjau proyek tersebut dan membeberkan, “bahwa proyek pedesterian Sungguminasa berpotensi tidak selesai sesuai masa kontrak dan menurutnya pengerjaannyapun terkesan asal serta dianggap lemah dalam pengawasan di lapangan, “terang Lukman Naba.

Lanjut ia sampaikan, “bahwa menurut keterangan PPK (Danial), kuwalitasnya sudah sesuai hanya mereka dikejar waktu jadi dikerja asal-asalan mulai dari perapihan dan pembersihannya, “tutur Ketua Komisi III DPRD  Gowa, Andi Lukman Naba kepada Baktionline,Jumat, 6 Desember lalu.

Ia juga mengatakan, sedimennya harus diperbaiki kembali, dan diberi waktu satu minggu untuk perbaikannya. Komisi III DPRD Gowa  juga meminta agar gambar proyek di lapangan segera diberikan untuk memastikan pembangunan proyek tersebut.

READ  Salah Satu Aktivis Pemerhati Pembangunan Di Kabupaten Gowa, Pejabat Jangan Risau Didekati Pers Dan LSM

Bahkan katanya, serapan anggarannya juga masih ada 28 persen padahal administrasinya tanggal 23 Desember sudah batas akhir untuk pencairan walapun kontraknya sampai tanggal 31 Desember, jadi menurut kami sulit untuk selesai 100 persen di akhir tahun ini, lalu kemudian melalui Via telpon seluler dengan awak media ini, meminta untuk memposting kembali, “bebernya.

Seperti yang diketahui bersama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menargetkan pedesterian yang dianggarkan Rp 24 Miliar tersebut akan ditargetkan rampung akhir 2019.

“Olehnya, untuk mengupayakan penyelesaian pengerjaan fisiknya, pedesterian tersebut terus digenjot dest kemudian aktivitas yang mengganggu seperti car free day untuk sementara ini dihentikan, “pungkasnya. (DPr)