Gowa, Pensilrakyat.com – Keindahan alam semesta sejatinya adalah merupakan bagian dari Anugrah Rahmat Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh karena-Nya marilah kita bersama-sama menjaga dan memelihara serta melestarikan populasinya agar alam juga dapat menjaga kita dari habitat sumber penghidupan,” seru Adhe Imran Rauf salah satu aktivis pegiat lingkungan di Kabupaten Gowa pada media ini.

Seperti halnya kondisi lingkungan perbukitan dan pegunungan alam di Malino Kecamatan Tombolo Pao beserta kawasan lereng bukit Bawakaraeng yang menuju talung lembah Ramma, menurutnya, selaku aktivis lingkungan dan komunitas pencinta alam dirinya sangat prihatin melihat kondisi kawasan hutan tersebut.

Terkait hal itu, ia beserta masyarakat dan dari berbagai pegiat lingkungan lainnya, kembali mempertanyakan belum adanya langkah konkret pemerintah Gowa untuk menyikapi maraknya aksi pembalakan liar yang terjadi di Wilayah Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa dan sekitar Kawasan Lereng Bukit Bawakaraeng. Dengan luasan kurang lebih 35 hektar lahan hutan di wilayah itu, kini diduga telah diserobot sejak beberapa tahun terakhir,” ungkap Adhe, Selasa (02/06/2020).

READ  Literasi Digital Wajib bagi Siswa

Ia mengatakan, aksi pembalakan liar atau pencurian kayu hutan ini juga telah mengancam habitat hutan lindung dan wilayah permukiman warga. Seperti halnya Area di lereng Gunung Bawakaraeng itu kini terancam kekeringan abadi,” keluhnya.

Sementara Muhammad Yunus Palele yang juga salah satu tokoh warga Kecamatan Tombolo Pao mengungkapkan, bahwa area kawasan hutan lindung yang berada di Dusun Langkowa luas areanya terus menyusut. Hingga pemandangan atau fenomena alamnya yang gersang kini terlihat menghiasi pegunungan di sekitar dusun.

“Kekeringan tersebut disebabkan puluhan hektar kawasan hutan lindung kini telah dibabat dan sekarang diserobot warga yang diduga melibatkan orang kuat dan mempunyai kekuatan ekonomi besar di Gowa dan Makassar,” terang Yunus.

Muh. Yunus mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali melaporkan hal ini. Namun sampai sekarang pembalakan masih sering terjadi di kedua kawasan tersebut.

“Sudah puluhan kali kami mengadukan hal ini ke Kecamatan dan Dinas Kehutanan namun mereka nampaknya tidak mampu menghalau aksi perambahan kawasan hutan lindung,” urainya kepada beberapa awak media.

READ  Konsumen Showroom Reski Makassar, Lapor 'Penipuan' Atas Dirinya

Hal senada disampaikan pula oleh M Safir, selaku Kepala Dusun Langkowa Kecamatan Tombolo Pao. Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan pernyataan Yunus Palele. Ia juga mengaku sudah melaporkan namun belum mendapat tanggapan dari lingkup pemerintah yang berkompeten dalam hal ini Dinas Kehutanan.

“Aduan kami selaku pemerintah di tingkat bawah belum mendapat respons atau tanggapan positif dari Dinas Kehutanan dan belum menindaklanjuti pengaduan tersebut,” ujarnya.

Safir bahkan mengaku dirinya kerap menerima teror dari pihak pihak  tertentu karena mempertanyakan perihal lahan hutan lindung yang diduga telah dirambah dan diserobot. Akibatnya, sebahagian warga yang masih memiliki kerisauan dan keprihatinan dengan aksi pembalakan ini menjadi tekanan psikologis.

“Kuat dugaan ada backing kuat di belakang mereka pak, termasuk salah satu penggerak kelompok ini juga diduga kuat berasal dari luar Kecamatan Tombolo Pao. Benar pak perkiraan luas lahan yang sudah diserobot mencapai 35 HA,” tambahnya.

Menurut informasi terkait yang berhasil dihimpun, bahwa lokasi pembalakan kawasan hutan lindung yang dimaksud, tempatnya tidak cukup jauh dari rumah tinggal pribadi Ketua DPRD Gowa.

READ  Awali Tahun 2020, Punggawa Konteks Gelar Baksos Dan Berbagi Kasih Di Desa Jipang

Dan hal ini diamini pula oleh Jufri yang juga salah satu pemerhati lingkungan hidup di Gowa, ia mengatakan jarak antara lokasi pembalakan dengan kediaman Ketua DPRD Gowa hanya berkisar 5 km yang berada di sudut jalan Kota Tombolo Pao.

“Kami tidak mau berkomentar terlalu jauh, takut salah. Namun isu pembalakan kawasan hutan lindung di Tombolo Pao sudah diketahui oleh seluruh warga, baik yang di Kecamatan Tombolo Pao maupun yang berada di Kecamatan Tinggi Moncong dan mayoritas warga setempat sudah mengetahuinya,” tutup Jufri. (Yus/DPr)