Pangkep, Pensilrakyat.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan (DKP Sulsel) melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan gerakan bersih pantai di Pulau Kulambing Desa Mattiro Uleng Kecamatan Tuppabiring Utara Kabupaten Pangkep, Minggu (10/11).

Menurutnya, “jenis sampah plastik yang sering dibuang di laut sangat berdampak mendominasi pencemaran lingkungan serta kerusakan biota laut, apabila tidak dikelola dengan baik lalu kemudian dibuang kelaut yang tanpa mereka sadari akan berdampak kembali ke manusia akibat ekosistem, sebab proses pelapukan yang menjadi mikro dan nano plastik akan dimakan oleh ikan serta plankton kemudian akan dikonsumsi pula oleh manusia, “terang Moh. Majja.

Ia menambahkan, “bahwa sampah plastik di wilayah laut Indonesia cukup besar bahkan pernah mencapai 1, 29 juta metrik ton pertahunnya. Masalah ini mengundang perhatian banyak pihak dari berbagai lembaga lingkungan hidup baik dari dalam maupun lembaga luar negeri, begitupun pemerintah Indinesia yang memiliki kepedulian terhadap sampah plastik yang ada di laut, “ujarnya.

READ  600 Pelajar Sulbar Penuhi Kantor Gubernur Jelang HARHUBNAS

Lanjut disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Pangkep, Moh. Maja, mengatakan, “bahwa sudah banyak kasus ditemukan hewan-hewan laut yang bermanfaat bagi kelangsungan ekosistem laut ditemukan mati karena menelan sampah plastik, olehnya kegiatan gerakan bersih-bersih laut dilaksanakan.

“Mengingat makin banyaknya sampah plastik yang bertebaran di laut dan bisa berakibat rusaknya ekosistem laut, maka dari itu, kami bersama tim CDK Pangkep serta beberapa dari Duta Maritim bersama masyarakat pulau Kulambing merasa berkewajiban turun melakukan program gerakan bersih pantai, “pungkasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Desa Mattiro Uleng, Lukman mengucapkan terimaksih atas dipilihnya Pulau Kulambing dalam kegiatan gerakan bersih tersebut.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa menimbulkan kesadaran masyarakat pulau untuk tidak membuang sampah sembarang tempat karena akan berdampak pada kesehatan masyarakat pulau itu sendiri, masa orang luar bisa peduli sedang kita tidak, “ucap Lukman dihadapan warganya. (Darwis Ham)