Pensil Rakyat | Evaluasi dan Penyusunan Kurikulum Berorientasi Outcome-Based Education (OBE) digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia Timur (UIT). Sabtu, 5 Juni 2021 di Cafe Ayah UQ, Jalan Boulevard, Kota Makassar.

Hadir pada pembukaan Evaluasi dan Penyusunan Kurikulum Berorientasi OBE, Wakil Rektor IV Bidang Humas dan Kerjasama serta Inovasi UIT, Zulkarnain Hamson, S.Sos., M.Si., yang dalam sambutannya memberikan dukungan serta apresiasi penuh pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam melakukan relaksasi kurikulum untuk mengakomodasi kebijakan nasional, kebijakan universitas dan asosiasi profesi.

Di tempat yang sama, Dekan Fisip UIT, Dra. Nani Harlinda Nurdin, M.Si., menyampaikan bahwa, Kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE ini merupakan tahapan yang harus dilewati untuk melahirkan struktur kurikulum yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan global.

Nani juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari FGD sebelumnya yang dihadiri Akademisi dari Universitas Padajajaran, Dr. Ahmad Buhari dan Kadisnaker Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan.

READ  Rumah di Jalan Kerukunan Timur Terbakar

“semua tahapan tersebut dilaksanakan secara sistematis agar muatan kurikulum betul-betul bisa menyesuaikan kebijakan baru dari kementerian pendidikan, ” pungkasnya.

Evaluasi dan Penyusunan Kurikulum Berorientasi OBE untuk Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip UIT menghadirkan para Pakar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yaitu ; Dr. M. Tang Abdullah, M.Si., Ketua Terpilihnya PD IAPA Wilayah Sulsel Periode 2021-2023 sekaligus Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Unhas dan Dr. Alem Febri Sonni, M.Si., Sekretaris Aspikom Sulselbar yang juga Disebut Departemen Ilmu Komunikasi Unhas serta Dr. A. Lukman Irwan, S.IP., M.Si. Wakil Sekretaris Adipsi, Sekretaris Departemen Ilmu Pemerintahan Unhas.

Dari Pemaparan Narasumber, ada beberapa masukan dan saran kepada Tim Penyusun Kurikulum Prodi Administrasi Negara, Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Ilmu Pemerintahan sebagai berikut :

1. Kurikulum Prodi dibawah naungan FISIP UIT saat ini perlu dilakukan penyesuaian agar dapat mengakomodir kebutuhan dan perkembangan zaman terutama sekali melakukan singkronisasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

READ  Proyek Pengendali Banjir Sungai Bila Wajo dan Sidrap "Terlapor" L-KONTAK Ada Dugaan Mark-Up

2. Mata kuliah yang disusun oleh Program studi harus dapat beradaptasi dengan kondisi program jangka panjang pemerintah dan memperhatikan kondisi strategis kewilayahan.

3. Kurikulum yang dikehendaki kedepan mengahdirkan metode pembelajaran yang lebih variatif misalnya mahasiswa diarahkan untuk ikut dalam manajemen proyek sosial, kolaborasi, seminar dan magang.

4. Program studi dalam menyusun kurikulum perlu menentukan profil lulusan yang diinginkan, sehingga ciri khas dari program studi tersebut dapat terlihat dari lulusannya

Pembelajaran Berorientasi Luaran (Outcome-Based Education, OBE) adalah metode pembelajaran yang memili fokus pada luaran yaitu capaian pembelajaran.

Identifikasi dan penentuan capaian pembelajaran sangat penting pada metode OBE karena akan menentukan metode pembelajaran dan perencanaan asesmen dengan metode pembelajaran tradisional dimana fokus utama adalah proses belajar mengajar.

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan model pembelajaran berorientasi luaran (OBE) dan Washington Accord.

Pelaksanaan OBE dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa proses antara lain desain kurikulum, asesmen dan metode belajar mengajar yang memberi tumpuan kepada apa yang mahasiswa bisa lakukan.

READ  Teknologi Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok bersama Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Pohuwato

OBE menekankan agar capaian pembelajaran dapat dipenuhi dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik._@ly_