Sulteng, Pensilrakyat.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Parigi dikejutkan razia dari petugas gabungan yang menyisir seluruh kamar blok penghuni, Kamis (08/04/2021).

Razia gabungan dari Petugas Lapas Parigi, serta Tim dari Polres Parigi Moutong memeriksa secara detail seluruh isi ruangan. Petugas gabungan pun menggeledah kamar dan badan para Warga Binaan. Hasilnya, Sejumlah barang terlarang seperti senjata tajam buatan dan 3 unit handphone berhasil disita.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Muh. Askari Utomo mengatakan, giat ini dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini untuk meminimalisir kerawanan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Bakti Pemasyarakatan serta mewujudkan komitmen Pemasyarakatan dalam memerangi peredaran gelap narkoba.

Dalam razia ini tidak ditemukan obat-obatan terlarang. Namun ada sejumlah barang terlarang seperti senjata tajam buatan, 3 buah Handphone, Baterai, serta charger yang berhasil disita.

Kalapas dalam Keterangannya menyampaikan, kegiatan sidak ini senantiasa kami laksanakan baik yang bersifat rutin maupun insidentil kami adakan sebagai bentuk pengawasan dan pengamanan terkait kegiatan WBP selama menjalani masa pidana di lapas dan Alhamdulillah kali ini dapat dilaksanakan terpadu bekerjasama dengan pihak Polres Parigi Moutong,” tuturnya.

READ  Gerak Cepat, PT. GVK Terjunkan 12 Unit Armada Dump Truck Ke Lokasi Banjir Bandang Luwu Utara

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Parigi Moutong AKP. Donatus Kono mengatakan, “Kami berterima kasih kepada kalapas parigi yang turut melibatkan pihak Polres Parigi  dalam kegiatan  razia gabungan ini, kegiatan ini merupakan bentuk upaya sinergi yang baik menciptakan situasi yang kondusif dalam Lapas dan lebih luas lagi  menopang  Kamtibmas,” katanya.

Setelah razia gabungan dilakukan, diadakan pendataan terkait barang yang ditemukan, dan akan dijatuhkan sanksi terhadap WBP yang masih kedapatan membawa barang terlarang tersebut.

Tindakan disiplin yang dijatuhkan terhadap pelanggaran yang dilakukan Narapidana tergantung tingkat kesalahannya dari yang paling ringan sampai pencabutan hak-hak seperti Remisi dan pencabutan Hak Bebas Bersyarat. (*)