Gowa, Pensilrakyat.com – Demi tercapainya hak-hak kepemilikan lahan dipembebasan Jenelata Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa untuk pembangunan bendungan, maka dalam hal ini, masyarakat Kabupaten Gowa yang terimbas pembangunan tersebut, memantik jiwa sosial para aktivis di Gowa untuk melakukan pengawasan atas pembebasan lahannya.

Olehnya Ketum GoWa-MO (Group Wartawan Media Online) Indonesia, Syafriadi Djaenaf Dg Mangka mengharapkan kepada seluruh aktivis penggiat lingkungan hidup, penggiat anti korupsi dan pers utamanya kepada Toddopuli Indonesia untuk mengawal dan mengawas Mega Proyek Pembangunan Bendungan Jenelata yang sudah memasuki tahapan pembebasan lahan, musyawarah penetapan harga baru saja selesai dilaksanakan. Hal ini disampaikan, Senin, (20/12/2021) pada rapat pembentukan pengurus Toddopuli Indonesia di Sekretariatnya, Jl Tumanurung Raya No 7 Sungguminasa, Gowa.

Dg Mangka (red sapaan akrab) menguraikan, sebanyak delapan desa bakal ditenggelamkan untuk pembebasan lahan bendungan pereduksi banjir ini. Delapan desa tersebut tersebar di dua kecamatan,” terang Sang Inisiator berdirinya Toddopuli Indonesia.

Lanjutnya, empat desa di Kecamatan Bungaya, yaitu Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Mangempang dan Desa Ranaloe.

See also  Pengurus Nasional Asosiasi Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (ADPI) Bentuk Tiga Wilayah

Sementara untuk Kecamatan Manuju adalah Desa Tanah Karaeng, Desa Moncongloe, Desa Pattallikang, dan Desa Bilalang,” ungkapnya.

Ada 4 bendungan berada di wilayah Kabupaten Gowa namun tidak satupun manfaatnya utuh untuk masyarakat Gowa, baru kali ini Bendungan Jenelata sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Gowa. Maka dari itu Dg Mangka berharap dan menitip beratkan kepada Toddopuli Indonesia untuk mengawal dan mengawasi proses pembangunan Bendungan Jenelata ini.

“Bangun sinergitas dengan teman teman LSM dan Media untuk mengawal pembangunan bendungan Jenelata, lakukan komunikasi intensif dengan pihak berkompeten apabila terjadi masalah dengan proses pekerjaannya agar pembangunannya cepat selesai dan dapat sesegera mungkin dinikmati masyarakat Gowa,”Tutupnya

Perlu diketahui total perkiraan kebutuhan luas lahan kali ini mencapai 1.702,81 ha. Sementara untuk lahan seluas 1.702,81 ha, ada sejumlah hal yang akan dimanfaatkan.

Antara lain untuk lahan konstruksi 70,83 ha, untuk quarry/akses dll 199,80 ha, fasilitas umum 2,23 ha, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 ha, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt, 209,35 ha.

Bendungan ini berkapasitas tampung volume waduk 246 juta meter kubik (m2) atau dibawah dari pada Bendungan Bili-bili sebesar 370 juta m2.

See also  Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dan Pengabdian Dosen, ADPI Akan Bangun Kerjasama Nasional

Tak hanya itu, bendungan ini akan memberikan suplay air di 3 daerah irigasi atau sebesar 23.690 Ha sehingga membantu suplay air dari Bendungan Bili-bili.

Tak hanya itu, bendungan ini selain menjadi waduk penampungan air juga akan memberikan pelayanan air baku sebesar 7,8 m2 per detik atau dapat melayani permintaan air baku ke 7,8 juta jiwa. Juga bisa menjadi potensi pembangkit tenaga listrik 0,4 MegaWatt. (*)