Baubau, Pensilrakyat.com – Sabtu, 05 Desember 2020. Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi telah melimpahkan berkas perkara illegal logging di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Blok Hutan Wasambua, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Melalui konfirmasi via telepon What’sApp dengan awak media ini, Subhan Riyadi menyampaikan, ” bahwa Penyidik telah menyerahkan tersangka AP berikut barang bukti sebanyak 485 batang kayu jati gergajian dan 728 batang kayu jati gelondongan, sama dengan lebih kurang  76,5376 m3 (tujuh puluh enam koma lima tiga tujuh enam meterkubik) pada tanggal 03 Desember 2020, kepada Kejaksaan Negeri Pasarwajo, Kabupaten Buton setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara pada tanggal 22 September 2020,” jelas Subhan Riyadi selaku staf bagian analisis data dan kehumasan dinas KLHK.

Selain itu ia juga menyatakan, LS beserta tersangka lainnya masih buron dan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” terang Subhan.

“KLHK sangat serius dan tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena kejahatan seperti ini telah merugikan banyak orang. Penangkapan AP ini bukti keseriusan dan komitmen kami menegakkan hukum. Kami harapkan pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, 5 Desember 2020 saat siaran persnya.

READ  PSBB Makassar 'Gatot' Pembagian Sembako Tak Merata, Masyarakat Tak Patuh Karena Butuh Makan

“AP menebang kayu jati di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas Blok Hutan Wasambua, di Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, tanpa izin”.

LS yang saat ini masih buron membantu memberikan dana operasional kepada AP. Kerja sama AP dan LS berdasarkan perjanjian melalui akta notaris,” jelas Subhan.

Lanjut ia jelaskan, ” Tim Operasi Gabungan Pengamanan Hutan yang terdiri dari SPORC Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Ditreskrimsus Polda Sultra, BPKH Wilayah XXII Kendari, KPHP Lakompa, mendapatkan titik koordinat lokasi penebangan kayu yang setelah dicocokan titik-titik itu di atas peta terbukti berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas”.

Disamping itu, Subhan juga menyatakan, bahwa tersangka AP akan dikenakan Pasal 78 Ayat 5 Jo. Pasal 50 Ayat 3 Huruf e Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” tandasnya. (DPr)