Sultra, Pensilrakyat.com – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai salah satu bagian dari Laut Sulawesi di Indonesia yang merupakan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) jenis Nikel.

“Kondisi ini menjadi impian surga bagi pelaku bisnis tambang untuk menghasilkan “cuang” hingga membuat para investor berlomba datang ke Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Mandiodo Kabupaten Konawe Utara (Konut)”

Menurut narasumber Isra Aksan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Satuan Khusus Nasional Tanggap Bencana (DPP SAKNAS) Sulawesi Utara dan juga selaku Ketua Umum Perisai Wilayah Sulawesi Tenggara, yang terjun di lokasi tersebut selama kurang lebih setahun, memaparkan temuan atau kejanggalan dugaan praktik praktik perambahan hutan secara ilegal hingga dapat berdampak pengrusakan hutan (ilegal logging -red),” terangnya pada media ini. Jum’at (23/12/2022).

“Menduga juga bahwa, “Sedikitnya 500 kapal/tongkang dalam sebulan untuk pengangkutan Nikel di Sultra. Sekitar tiga ratusan lebih pengangkutan ore (tongkang) untuk di lahan koordinat tanpa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) atau tambang tanpa IUP (red-pinjam dokumen IUP).

See also  Pantauan L-KOMPLEKS, PPDB Online Makassar Terindikasi Manipulasi Data

Ia juga menambahkan diduga adanya setoran kurang lebih 300juta/kapal (tongkang) dalam sebulan itupun diduga kuat mengalir ke pejabat Polda Sultra melalui orang kepercayaannya, jika dikalkulasi hasilnya menggiurkan masuk diangka puluhan miliar rupiah sebulannya, beda-beda tipis konsorsium judi 303 ??,” Ulasnya.

Belum lagi diduga setoran terkait tidak adanya dokumen atau kepemilikan IUP tanpa jety atau tidak ada jetynya ‘pelabuhan sandar di lokasi IUP 100 juta ke pejabat Polda Sultra’. perihal upeti tersebut data sementara kami rampungkan.

Lanjutnya, dugaan praktik jual beli dokumen sedikitnya 100 pihak perusahaan dalam sebulan yang bertransaksi, menurut dugaannya ada dua orang oknum kepercayaan pejabat ‘Polda Sultra’ yang kami sudah deteksi nama dan keberadaannya bergerak melakukan penarikan setoran-setoran tersebut, ini hanya untuk pertambangan belum sisi lainnya,” ungkap Isra. (R)