Makassar, Pensilrakyat.com –  Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK) menyoroti tajam kinerja Pokja Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar  terkait paket Tender Proyek Penyelesaian Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tahun Anggaran 2021, Jumat (16/04/2021).

Tender Proyek Penyelesaian Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar ini dianggarkan dengan pagu sebesar, Rp 7.500.000.000,00 dan HPS sebesar Rp 7.466.383.308,48 ditenderkan pada LPSE sejak 16 Februari 2021.

Tony Iswandi, Ketua DPP L-KONTAK menduga Pokja dalam melakukan evaluasi tidak sesuai yang tertuang dalam Surat Dokumen Pemilihan Elektronik yakni Tata Cara Evaluasi Kualifikasi

“Dalam Standar Dokumen Pemilihan, metode evaluasi yang dilakukan Pokja LPSE UIN Alauddin Makassar memakai metode pemilihan dengan skorsing. Padahal menurut Perpres Nomor 16 Tahun 2018, metode tersebut dipakai untuk pemilihan jasa Konsultansi.
Saya menduga Pokja telah menambahkan persyaratan yang tidak tertuang dalam Dokumen Standar yang telah ditetapkan. Hal ini dapat menimbulkan spekulasi bahwa Pokja melakukan pengaturan tender yang menguntungkan salah satu peserta dan merugikan peserta lainnya,” tegasnya.

READ  Tony Iswandi Soroti Statement Gubernur Sulsel Terkait Renovasi Stadion Mattoanging

Ditambahkan Tony, kejanggalan pada pelaksanaan lelang Proyek Penyelesaian Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tahun Anggaran 2021 dapat berakibat pada penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

“Secepatnya kami melaporkan atas adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan pokja ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI),” tutupnya. (R)