Makassar, Pensilrakyat.com – Berdasarkan hasil kajian DPD Lipan Sulsel dan DPP L- Kontak terkait Pembangunan Puskesmas Jumpandang Baru yang dibangun pada Tahun Anggaran 2019 dengan sumber anggaran APBD kota Makassar memantik kedua lembaga ini untuk menyatukan visi dalam melakukan sorot di tubuh Dinkes Kota Makassar,” bebernya pada media ini, Kamis (02/07/2020).

DPD Lipan Sulsel dan DPP L-Kontak mengajak Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menghadirkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas untuk duduk bersama membahas proyek pembangunan Puskesmas Jumpandang Baru dari proses pra desain sampai pelaksanaan.

Menurut Ketua Lipan Sulsel, Muh. Nasir Dg. Joa, ada yang janggal dalam prosesĀ  pembangunan Puskesmas Jumpandang Baru Tahun Anggaran 2019 yang telah lama dikaji bersama timnya.

Ditambahkanya, bahkan dia bersama timnya telah berulangkali menyampaikan kejanggalan tersebut secara tertulis kepada Dinkes Kota Makassar tapi sepertinya,

“Sudah beberapa kali kami Surati Dinkes Kota Makassar terkait beberapa kejanggalan yang kami temui pada proses pembangunan gedung tersebut, ” tutur ketua LSM Lipan Sulsel yang sering disapa Tetta Joa.

READ  JOIN Makassar, Ikut Basic Jurnalistik Adalah Bagian Dari Prasyarat Keanggotaannya

Ditempat terpisah Tony Iswandi Ketua DPP L- Kontak membenarkan adanya keinginan dia untuk berkolaborasi dengan DPD Lipan Sulsel untuk melakukan dialog terbuka bersama Dinas Kesehatan Kota Makasar membahas prosesĀ  pembangunan Puskesmas Jumpandang Baru dan beberapa kejanggalan yang ditemukan disana.

“Jadi sangat wajar jika kami melakukan dialog terbuka meminta Dinas Kesehatan Kota Makassar memberi penjelasan terbuka kepada kami dan publik terkait pembangunan gedung Puskesmas Jumpandang Baru.

Menurut Iswandi, dia dan Ketua LSM Lipan sedang menyusun data pendukung dan berharap agar teman-teman media dan Dinas Kesehatan Kota Makassar dapat berperan aktif terkait hal tersebut. (*)