PensilRakyat. Makassar– Pemerintah Kelurahan Maccini Sombala dibawah kendali Saddam Musma, S.STP,. M.Si. Berkolaborasi dengan Satu Pena Sulawesi Selatan, Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Perguruan Tapak Suci Cabang Maccini Sombala dan Parang Tambung akan menggelar literasi budaya dan kewargaan berbasis komunitas di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Program ini akan diawali dengan kegiatan Tudang Sipulung bertema “Mewujudkan Literasi Budaya dan Kewargaan di Kelurahan Maccini Sombala”, pada Jumat(27/1/2023).

Lurah Maccini Sombala, Saddam Musma, sangat mendukung acara ini. Dia tak hanya memberikan ruang untuk kerjasama tapi juga memfasilitasi kegiatan Tudang Sipulung antara para penulis dan penggiat literasi dengan warganya.

Disela-sela kesibukannya sebagai Kepala Pemerintah Kelurahan Maccini Sombala Saddam Musma menyempatkan menerima kunjungan dari Founder Komunitas Anak Pelangi (Rahman Rumaday), Tapak Suci Cabang Maccini Sombala dan Parang Tambung (Rachmat Tumengkol, Sadrianah, Hermanto) selaku inisiator kegiatan ini.

Ia menyampaikan bahwa, di kelurahan Maccini Sombala terdapat sebuah perpustakaan yang dilengkapi fasilitas Wifi, namun suatu hal yang perlu kita perhatikan juga bahwa selama ini buku-buku bacaan yang ada di perpustakaan tersebut itu-itu saja dan kurang up to date dengan perkembangan zaman, karena bukunya sudah lama dan sudah usang, sehingga minat masyarakat untuk membacanya berkurang.

See also  Lurah Buntusu Terima Kunjungan Tim NSF USA bersama Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar

Olehnya itu dengan kedatangan teman-teman dari K-Apel, Tapak Suci Cabang Maccini Sombala dan Parang Tambung saya selaku pemerintah setempat siap mendukung penuh kegiatan literasi ini, apalagi kalau nantinya ada upaya untuk menambah buku-buku yang ada sehingga masyarakat Maccini Sombala bisa lebih aktif dalam pemanfaatan perpustakaan ini.

Pada dasarnya ada beberapa kegiatan yang kami telah lakukan untuk menumbuh kembangkan minat baca masyarakat antara lain sedekah baca, membaca 30 menit dapat permen, dan kegiatan lomba menbaca puisi se-Kelurahan Maccini Sombala namun lagi-lagi buku yang ada sangat terbatas dan kurang up to date. Ungkap Saddam Musma.

Secara sederhana, literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sedangkan literasi kewargaan merupakan kemampuan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Melalui program ini warga Maccini Sombala akan didorong untuk menulis pengalaman mereka dalam berbagai program yang sudah dilakukan.

Pematik dalam Tudang Sipulung ini adalah Dr. Fadli Andi Natsif, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Zulkarnain Hamson, Direktur Pusdiklat Jurnalis Online Indonesia (JOIN), dan Dr Sri Gusty, Ketua Prodi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Universitas Fajar (UNIFA).

See also  Qira'at Murattal Mulai Diperlombakan, 19 Kafilah Bersaing Ketat

Koordinator SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan, Rusdin Tompo, mengecek lokasi sembari menggali informasi terkait rencana kegiatan tersebut pada Selasa (24/1/2023).

Dia datang bersama Nasrul dan Rahman Rumaday, yang juga merupakan pengurus SATUPENA. Rahman Rumaday, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) dan Hermanto, pelatih pencak silat Perguruan Tapak Suci, merupakan mediator program ini.

Selain Ketua RT, Ketua RW dan tokoh masyarakat lain, juga ada Karang Taruna, shelter warga, forum anak, ikatan supporter PSM, remaja masjid, sanggar seni, kelompok pencak silat, dan lain-lain.

Rusdin Tompo menyampaikan, dalam kegiatan Tudang Sipulung nanti, akan ada kegiatan donasi buku, pembacaan puisi, penampilan pencak silat Tapak Suci dan pemberian materi untuk pengayaan wawasan.

Harapannya, ada rekomendasi yang akan ditindaklanjuti untuk mengimplementasikan program literasi budaya dan kewargaan di Kelurahan Maccini Sombala. *