Makassar, Pensilrakyat.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-KOMPLEKS), menemukan adanya dugaan manipulasi data kependudukan (domisili) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA Sulawesi Selatan (Sulsel), terkhusus di Kota Makassar.

Dari hasil temuan itu, Ruslan Rahman, Selaku sekretaris jenderal L-Kompleks mendesak agar Dinas Pendidikan Sulsel, untuk membuka secara transparan PPDB sistem zonasi pada sejumlah SMA Negeri tahun 2020 ini, salah satunya SMA 17 Makassar.

“Kami sudah punya bukti kuat tentang manipulasi data domisili tersebut, diantaranya ditemukan beberapa peserta didik yang dinyatakan lulus yang berada dalam radius +/- 150 meter berjubel di jarak yang sama, semisal pada SMAN 17 Makassar terdapat beberapa siswa yang dinyatakan lulus dan yang mana jarak rumah (domisili) berada pada jarak yang sama sebanyak 8 siswa, namun apakah Dinas Pendidikan dan pihak sekolah berani membuka hal tersebut. Kita juga mendesak agar ada transparansi dari RT/RW serta kantor kelurahan,” ujar Ruslan kepada Media, Sabtu, (01/08/2020).

READ  Tony Iswandi Soroti Statement Gubernur Sulsel Terkait Renovasi Stadion Mattoanging

“Dari hasil pemantauan kami, ditemukan sedikitnya 7 sekolah yang diduga pesertanya yang dinyatakan lulus terindikasi melakukan manipulasi data kependudukan (domisili),” ungkap Ruslan.

Jika bukti yang ditemukan L-Kompleks benar adanya, maka harus dilakukan penindakan tegas, Sebab, L-Kompleks menilai, modus manipulasi zona yang diduga dilakukan sebagian wali murid tersebut, telah mencederai tujuan dari diberlakukannya sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri.

“Maksud dan tujuan dari sistem zonasi ini kan untuk pemerataan akses pendidikan. Bukan yang jauh mendekat, yang dekat dijauhkan,” tutup Ruslan. (R)