Gowa, Pensilrakyat.com – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online bagi para calon siswa/wi di Kabupaten Gowa membuat sejumlah orangtua murid geram dan menuai keresahan serta kekacauan bagi para peserta didik baru di masa awal hingga akhir pendaftaran PPDB menurut salah satu LSM di Gowa, Ahmad Edy Yusuf Ketua Lsm Komite Independent Transparansi Kebijakan (Lsm Kontrak-red) pada media ini, Kamis (09/07/2020).

Pasalnya pada website PPDB Online disalah satu SMP ternama di Gowa tidak mencantumkan keterangan atau informasi yang transparan terkait ajuan verifikasi ulang berkas secara manual bagi para peserta didik baru saat pengumuman kelulusan calon siswa/wi di informasikan melalui website sekolah yang bersangkutan,” ujar Edy Lawa sapaan akrabnya.

Hal yang demikian inilah yang kemudian memicu kasak kusuk para peserta PPDB disebabkan banyaknya peserta didik yang tidak mengetahui adanya aturan untuk melakukan verifikasi ulang secara manual kembali di sekolah bersangkutan, sehingga banyak diantara para peserta yang lulus PPDB awal kembali dinyatakan tidak lulus dengan alasan tidak melakukan pendaftaran atau verifikasi ulang secara manual,” beber Edy Lawa.

Lanjut Edy Lawa sampaikan, bahwa proses PPDB Online yang dilaksanakan pada tahun ini terindikasi syarat dengan kepentingan atau kongkalikong bahkan terkesan mempersulit peserta PPBD, pasalnya Website yang ditampilkan oleh masing-masing ke 4 sekolah SMPN ternama di Kabupaten Gowa ini berbeda aturan webnya dan anehnya lagi ada alasan apa hingga Websitenya dibuatkan dua dengan tampilan informasi yang ditampilkan secara berbeda, jelas ini sudah tidak memenuhi unsur keterbukaan informasi publik,” tegas Edy Lawa.

READ  Kerjanya Meresahkan Warga, Pelaku Jambret Akhirnya di Bekuk Reskrim Polsek Manggala

“Namun anehnya tambah Edy Lawa setelah ia dan beberapa orangtua peserta didik mengkonfirmasi kepihak Diknas Gowa barulah ada penjelasan atau penyampaian bahwa peserta PPDB yang lulus harus melakukan verifikasi ulang berkas secara manual dan beralibi bahwa di Website kedua itu sudah ada penyampaian informasinya, inikan aneh ?,” terangnya.

Selain itu kata Edy Lawa, yang lebih mengherankan lagi terkait adanya penggunaan materai 6000 dilembar Pakta Integritas terlampir saat pengajuan formulir PPBD. Pertanyaannya adalah apa yang menjadi dasar acuannya sehingga diwajibkan, sedangkan mereka para peserta PPDB ini belum terjamin kelulusannya, baik dari sistem Zonasi, Afirmasi dan Akademik ?,” paparnya.

Olehnya selaku sosial kontrol, dirinya kembali mempertegas agar PPDB Online di tingkat SMP sederajat harus dibatalkan dan berharap pihak Diknas dan Kepanitiaan PPDB bertanggungjawab serta melakukan PPDB ulang,” tegas Edy Lawa.

” Bahkan ia juga menegaskan, bahwa dalam hal ini LSM KONTRAK selaku lembaga kontrol akan bersurat dan melaporkan hal ini kepada Bupati dan pihak Inspektorat Kabupaten Gowa,” pungkasnya.

READ  LSM-KAPAK Desak Pemkab Gowa Merevisi APBD Untuk Penanganan Covid19

Sementara itu pihak Diknas dalam hal ini Kadis Pendidikan Kabupaten Gowa yang ketika dikonfirmasi dan diklarifikasi Via WhatsApp oleh media ini, menanggapi positif terkait apa yang menjadi keresahan para orangtua Siswa/wi yang anaknya tidak lulus PPDB Online.

“Dr. Salam Sidik selaku Kadiknas mengatakan, bahwa proses PPDB Online yang berjalan sudah sesuai mekanisme, namun demikian ia juga akan melakukan kroscek terkait informasi seputar dampak hasil PPDB yang saat ini berlangsung di Gowa dan dikatakan cukup membuat resah serta kebingungan para orangtua peserta yang anaknya tidak lulus” akan tetapi pada prinsipnya semua anak harus sekolah, hanya saja kuota dimasing masing sekolah ada batas tampungnya. Dan sekolah SMP sederajat di Gowa ini kok masih banyak yang agak kosong pendaftarnya dan saya mengswitnya kesana, seperti misalnya SMPN 3, cuma persoalannya yang saya lihat kebanyakan para calon siswa hanya fokus kepada sekolah sekolah yang dianggap pavorit untuk mendaftar,” ungkap Kadis.

Ia juga menambahkan, terkait informasi yang dianggap rancu berhubung adanya aplikasi sekolah yang menggunakan dua Website yang berbeda di antara sekolah SMP sederajat di Gowa ini akan kami kaji ulang dan berharap di tahun berikutnya kejadian tersebut tidak lagi berulang hingga menimbulkan keresahan bagi para peserta didik baru karena ketidak tahuannya dengan sistem PPDB saat ini sebab masih dianggap baru oleh sebagian masyarakat luas,” terang Salam.

READ  "Warning Bagi Pejabat dan Penyedia Pengadaan Barang/Jasa di Tengah Pandemi Covid-19" (Bagian Kedelapan - Tamat)

Menanggapi keinginan atau tuntutan beberapa orangtua calon siswa/wi yang tidak lulus lantas kemudian meminta pendaftarannya di ulang itu tetap kami akan tampung sambil melihat perkembangan laporan dari tiap sekolah, karena sampai saat ini saya belum menerima laporannya, intinya semua anak harus sekolah,” tutup Kadis Diknas Gowa Dr. Salam Sidik. (DPr)