PensilRakyat, Galesong Takalar — Pondok Pesantren Plus Tahfiz Khoiru Ummah Galesong memilih Perguruan Tapak Suci sebagai ekskul beladiri untuk semua santrinya, baik itu Ikhwan maupun Akhwat.

Latihan yang sudah berlangsung kurang lebih 1 bulan sejak diresmikan jadi ekskul pada tanggal 4 Maret 2023 lalu sudah memasuki pertemuan ke 8 pada hari Ahad 9 April 2022 bertepatan 18 Ramadhan 1444 H.

Pada pertemuan ke 8 tersebut semakin meriah dan semakin menggeliat karena sudah mulai memasuki geraka pencak silat.

Ketua Yayasan Khoiru Ummah Insan Peradaban Ustadz Abdul Kahar, LC, MA menyampaikan apresiasi terhadap pelatih Tapak Suci yang sudah siap meluangkan waktunya datang di Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong untuk melatih pencak silat para santri-santri di Pondok Pesantren ini.

Selanjutnya apresiasi yang setinggi-tingginya juga disampaikan kepada seluruh orang tua santri yang telah mendukung kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Tapak Suci di Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong.

“Dengan harapan bahwa Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong dapat melahirkan alumni-alumni yang kuat, kuat dari jiwanya maupun raganya, kuat sisi batin maupun lahir, kuat dari rohani dan jasmani, kuat dari fisik maupun psikis, kuat dari iman maupun imunnya, kuat di fikir dan dzikir nya, kekuatan ilmu dan juga amalnya, kekuatan hati maupun hartanya,” Harap Ustadz Kahar.

Mudir Ponpes Tahfiz Plus Khoiru Ummah Galesong Ustadz Habib Nur, M.Pd, dalam arahannya menyampaikan bahwa Allah SWT. pun mencintai orang mukmin yang kuat sebagai mana kutipan hadits yang artinya “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR. Muslim).

Artinya kecintaan Allah kepada makhluknya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada mukmin yang kuat lebih besar daripada kecintaan-Nya kepada mukmin yang lemah. Karena orang yang kuat akan mampu berbuat lebih baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan hadirnya Perguruan Tapak Suci di Pondok ini sebagai ekskul maka akan tercipta generasi-generasi mukmin yang kuat. Terang Ustadz Habib Nur.

Rachmat Tumengkol yang merupakan pelatih Tapak Suci dalam pertemuan/latihan terakhir di bulan Ramadhan menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga poin yang menjadi tujuan kita untuk mempelajari ilmu pencak silat khususnya Tapak Suci.

“Yang pertama adalah unsur olahraga, kedua sebagai ajang meraih prestasi dan yang ketiga adalah unsur beladiri praktis”

Unsur olahraganya semua kalangan bisa menjadikan pencak silat sebagai wadah untuk berolahraga atau kebugaran, selanjutnya ajang untuk mengukir prestasi bagi adek-adek yang masih usia muda karena pertandingan prestasi di pencak silat mulai dari usia dini (Tingkat SD) sampai usia Mahasiswa atau dewasa.

Untuk bisa lebih maksimal dalam meraih prestasi di bidang olahraga khususnya Pencak Silat tentu kita harus memulai pembinaan dari usia dini.

Selanjutnya untuk unsur beladiri praktisnya diperlukan sebagai bekal beladiri ketika harus berhadapan dengan persoalan yang tidak bisa dihindari, namun perlu kita ketahui bersama bahwa belajar beladiri tidak semudah membalikkan telapak tangan, belajar beladiri itu bukan saja pada usia anak-anak, remaja, dewasa bahkan usia tua sekalipun perlu namanya beladiri, tentunya beladiri yang paling ampuh adalah sabar, dan orang yang belajar beladiri/pencak silat seyogyanya menggunakan ilmu padi yakni makin berisi makin merunduk, jelas mantan atlit PON XV Sulsel ini.

Sementara itu Hermanto yang juga didaulat sebagai Pelatih ekskul Pencak Silat Tapak Suci Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa dengan hadirnya Perguruan Tapak Suci sebagai ekskul di Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong diharapkan bisa memberikan warna tersendiri bagi Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong.

Harapan itu antara lain adalah semoga kedepan ada diantara santri Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong yang bisa mengukir prestasi dan dapat mengharumkan nama Pondok, daerah asalnya, bahkan mengharumkan nama bangsa Indonesia dibidang olahraga khususnya Pencak Silat.

Harapan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan penuh Pimpinan, para pembina, ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Khoiru Ummah serta orang tua santri itu sendiri. Harap Pria yang akrab disapa Ka’Anto

Dan Alhamdulillah dukungan penuh dari Pimpinan, para pembina, Ustadz dan ustadzah serta orang tua santri Pondok Pesantren Khoiru Ummah sangat luar biasa, buktinya di beberapa kali pertemuan dan latihan ke 8 ini, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong Ustadz Abdul Kahar, LC, MA., Mudir Ponpes Ustadz Habib Nur, M.Pd dan beberapa pembina Ustadz dan ustadzah lainnya serta beberapa orang tua santri yang ikut latihan bersama santri Pondok Pesantren Khoiru Ummah Galesong.

Lanjut K’Anto, bahwa selain dari pada melahirkan generasi berprestasi tak kala pentingnya adalah mempersiapkan generasi-generasi muda yang berakhlak dan kuat baik dari segi mental maupun fisik karena generasi muda saat inilah khususnya dari pondok -pondok pesantren yang akan menjadi harapan dan tumpuan serta menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian agama Islam dari rongrongan para musuh-musuh Islam.

Sebagai mana motto Tapak Suci yaitu ” Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah. Tutup Ka’Anto

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini