Makassar, Pensilrakyat.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Makassar telah berjalan¬† 11 hari sejak diberlakukan Jum’at, 24 April 2020. dinilai gagal total dalam pemutusan jaringan virus Covid-19 yang makin merebak.

Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks),  menilai PSBB di Makassar gagal total lantaran adanya beberapa kewajiban pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang belum ditunaikan, salah satunya pembagian bantuan sembilan bahan pokok yang sangat rancu di tengah pandemik.

Ruslan Rahman, selaku Sekjen L-KOMPLEKS mengkritisi kinerja pemkot dalam pembagian logistik ke masyarakat terdampak dengan alasan data penerima belum valid.

“Sangat lucu dan bodohnya pemkot jika, Alasan data warga yang belum valid dijadikan alasan amburadulnya pembagian logistik sedangkan PSBB tinggal beberapa hari lagi selesai dilaksanakan”, Tegas Ruslan kepada media, Senin, (04/05/2020).

“Saat ini sisa menghitung hari batas pemberlakuan PSBB tapi itu logistik belum beres beres dibagi, jangan jangan pemkot sengaja tidak membagikan supaya PSBB diperpanjang dan secara otomatis bantuan dari pusat bisa turun lagi ke pemkot, celoteh Ruslan.

READ  Pascasarjana UIT Buka Dialog Kebangsaan Gandeng RRI Makassar Dalam Penguatan Bingkai NKRI

Kesemrawutan kinerja pemkot dalam menangani pembagian logistik ini berimbas pada ketidak patuhan masyarakat pada aturan PSBB dilapangan.

Jadi jangan salahkan masyarakat yang tetap ramai di jalan dan beberapa pedagang kecil membandel karena mereka itu butuh makan dan jika hanya disuruh tetap di rumah tanpa suplai dari pemerintah itu sama saja menyuruh mereka bunuh diri, Tambahnya.

Masyarakat tidak bebal dengan aturan PSBB tapi pemerintah yang tidak cerdas dalam menjalankan fungsinya dan tidak sadar bahwa ada warga masyarakat yang hanya pekerja harian yang istilahnya, tidak kerja ya tidak makan, jadi kalau disuruh taat dirumah saja tanpa adanya sembako atau bantuan yang sudah dijanjikan itukan konyol namanya,” tutup Ruslan. (*)