Gowa, Pensilrakyat.com – Berbagai pekerjaan proyek-proyek skala besar di daerah Kabupaten Gowa boleh dikata berada di ujung senja, bagaimana tidak ?

“Apabila melihat waktu pelaksanaan kontrak pekerjaan yang hampir memasuki masa akhir kontrak dibulan Desember 2019, para pelaksana masih berburu volume kerja karena dikejar waktu kontrak jelang penyelesaian akhir tahun”.

Demikian halnya proyek Rehab Istana Tamalatea dan Rumah Adat Balla’ Lompoa di Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa yang dikerja berdasarkan nomor kontrak ; 03/KONTRAK/FASUM/DPUPR-GW/VII/2019 dengan nilai sekira ; Rp.6.281.097.000 yang menurut informasi Rahma Adityaan di lokasi proyek, mengatakan, sempat mendapat kunjungan dari Wakil Bupati Gowa, H. Abd. Rauf Malla Ganni Kr. Kio’ hari ini, Rabu (11/12/2019).

Sehubungan dengan adanya kunjungan tersebut, Rahma Adityaan selaku PPK proyek tersebut pada media ini, mengatakan, bahwa kedatangan Kr. Kio’ (Wabup) adalah merupakan kunjungan kedinasan selaku orang nomor dua di lingkup pemerintahan Kabupaten Gowa ini, untuk melakukan pemantauan dan memberi arahan serta memastikan kondisi volume atau target pengerjaan proyek, “terangnya.

READ  Penanaman Vetiver Serentak Oleh Bupati Gowa, DLH Lakukan Penanaman Sejenis Di Kelurahan Tamaona

Selain itu, Rahma juga menyampaikan, “bahwa terkait proyek rehab yang kami tangani bersama dengan pihak pelaksana (PT. ANUGERAH ARIO PERKASA) dalam hal ini Rehab Istana Tamalatea dan Rumah Adat Balla’ Lompoa, kami tetap Optimis untuk bisa selesai serta mempercayakan pengerjaannya kepada pelaksana kegiatan agar bisa terselesaikan sesuai masa kontrak pekerjaan di bulan ini tepat waktu, “terangnya.

Adapun terkait pemberkasan atau laporan administrasi volume pekerjaan untuk melakukan pencairan, ketika dipertanyakan oleh awak media ini, Rahma mengatakan, “bahwa sejauh ini pelaksana baru menerima uang muka pekerjaan sebesar 20% dan hanya akan memproses pencairannya sesuai volume hasil pekerjaan, namun begitu keduanya (PPK dan Konsultan Pengawas-red) mengakui bahwa pengerjaannya saat ini baru mencapai volume 58 koma sekian %, “ungkapnya.

Di tempat yang sama, ungkapan optimis dari Rahma juga diamini oleh Supryadi selaku Konsultan Pengawas, ia mengatakan, tetap selalu mendorong pihak pelaksana meningkatkan kinerjanya, dan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, hendaknya berpandai-pandai memanfaatkan kondisi cuaca buruk dalam artian apabila hujan diwaktu siang maka manfaatkanlah kerja diwaktu malam apabila tidak hujan, mengingat waktu kontrak yang makin sempit, “ujarnya.

READ  BAIN HAM RI Sambut Kapolda Baru, Berharap Kasus Korupsi di Sulsel Segera Tuntas

Namun dari pihak pelaksana, berharap semoga kondisi cuaca tetap bersahabat agar dapat mengerahkan segala kemampuan kami, untuk dapat segera menyelesaikan proyek ini sesuai target masa kontrak dengan estimasi waktu 180 hari kalender sebagai bentuk tanggungjawab kami selaku pemenang tender di proyek ini, “pungkasnya. (DPr)