Makassara, Pensilrakyat.com – Ketua Umum DPP L-KONTAK, Tony Iswandi menduga ada yang janggal terkait adanya surat bebas temuan disejumlah SKPD maupun Kepala Desa yang dikeluarkan oleh inspektorat Kabupaten Wajo.

Hal ini memantik reaksi Ketua Dewan Pengurus Pusat Lembaga Komunitas Anti Korupsi, Tony Iswandi hingga mempertanyakan dasar penerbitan surat bebas temuan tersebut agar tidak terjadi ke sewenang-wenangan oleh pihak pihak tertentu dalam melakukan investigasi atau penyelidikan dapat disesuaikan dengan hasil dari pemeriksaan inspektorat.

“Saya mengamati di Wajo terkesan tumpang tindih, sehingga rekomendasi bebas temuan yang diterbitkan kepada pihak SKPD dan Kepala Desa oleh inspektorat tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan aparat penegak hukum dalam melakukan proses penyelidikan tetap saja terkesan mengabaikan rekomendasi bebas temuan yang dikeluarkan oleh inspektorat,” terang Iswandi.

Lanjut ia menambahkan, bahwa dengan diterbitkannya surat bebas temuan tersebut, Iswandi mengatakan tetap saja ada celah untuk diperiksa oleh penegak hukum, dirinya menilai surat bebas temuan yang dikeluarkan oleh inspektorat seakan akan dipaksakan dan terkesan sangat gampang diperoleh SKPD dan Kepala Desa.

See also  Bain Ham RI Bangun Klinik Hukum Secara Gratis, Support Dari Advokat Senior Eggi Sudjana Mengalir

Lebih jauh ia uraikan “secara teknis misalnya, surat rekomendasi bebas temuan terkait penggunaan anggaran Dana Desa dalam bidang pembangunan” ternyata setelah teman-teman dari Lembaga Kontrol maupun Aparat Penegak Hukum turun, ditemukan adanya dugaan Mark Up dan ada penyalahgunaan dilakukan Kepala Desa.

“Pertanyaannya kenapa dikeluarkan surat bebas temuan sementara teman teman dari Aparat Penegak Hukum dan Lembaga Kontrol mengatakan bahwa ada temuan atau dugaan kerugian negara, Saya menduga ada persekongkolan jahat atau permufakatan jahat yang dilakukan dalam hal penerbitan surat bebas temuan tersebut, bisa saja dikorelasikan masuk Pasal 15, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001,” bebernya. (*)