Makassar, Pensilrakyat.com – Keganasan virus corona tak bisa lagi dianggap remeh.
Angka penderita yang terinfeksi virus Covid-19 inipun terus meningkat.

Hal ini membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan, salah satunya pemberlakuan Social Distancing/Physical Distancing
Imbauan pemerintah ini sebagai bentuk pemutus rantai Covid-19,
yakni menjaga jarak fisik, kerja dari rumah, belajar di rumah, hingga beribadah di rumah.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah mengeluarkan kebijakan.
Kebijakan itu soal penundaan cicilan selama setahun, bahkan penurunan suku bunga untuk kredit usaha UMKM di bawah Rp 10 miliar.

Penundaan cicilan selama setahun juga berlaku untuk kredit kendaraan, termasuk motor/mobil oleh ojek online dan sopir taksi, serta kredit perahu oleh nelayan. Tapi, imbaun dan kebijakan ini ‘tidak’ berlaku bagi Home Credit.
Pasalnya, teror SMS cicilan dari Home Credit menghantui beberapa warga.

Seperti halnya yang dialami Warga Desa Lekopaccing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Warga inisial RA (35) kepada media ini mengatakan, Rabu (1/4/2020). Imbauan pemerintah, membuat dirinya tak bisa beraktivitas seperti hari biasanya.

READ  Konsumen Showroom Reski Makassar, Lapor 'Penipuan' Atas Dirinya

Sebagai seorang buruh, dia hanya mengandalkan hasil dari penghasilan harian.

“Saya ini cuma pekerja harian, sudah berapa kali sms home credit masuk untuk segera membayar tagihan” dimana kasihan kita mau ambil uang pak, makan saja sehari hari susah, selama wabah ini menyebar” keluhnya.

Pemerintah juga sudah memikirkan bagaimana masyarakat yang tak mampu bisa bertahan hidup, selain mereka yang terjangkit virus Corona, masyarakat umum juga berdampak.

Dampak ini dirasakan soal pemenuhan kebutuhan sehari hari.

“Kami hanya meminta kepada home kredit untuk tidak sms-sms dulu sampai masa corona ini berakhir ” pintanya.

Hingga berita ini selesai ditulis, PT Home Credit Indonesia cabang Makassar yang dikonfirmasi by phone belum memberikan keterangan terkait teror cicilan melalui sms ini. (Darwis)