Makassar, Pensilrakyat.com – Kamis, (31/10/2019) Tim Kuasa Hukum Pelapor DR. Nur Syamsiah terkait kasus Undang-Undang ITE yang sementara berproses di Polres Gowa didampingi beberapa Kuasa Hukum pendamping lembaga dari LMPP DAN BAIN HAM RI, mendatangi Polres Gowa untuk bertemu penyidik yang menangani kasus yang sementara berproses.

Kedatangan Kuasa Hukum dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum ,DR.Muhammad Nur, SH. MH & Associates yang berkantor di Citraland Hertasning Baru dan lembaga pendamping dari BAIN HAM RI dan LMPP Sulawesi Selatan, kata Bang Djaju, ” timnya berharap agar proses penyidik mentersangkakan lebih dari satu orang berdasarkan adanya kasus dugaan ujaran kebencian dilakukan secara bersama-sama dalam group Whats App (WA) yang diunggah tempo lalu.

Amin Rais SH salah satu Kuasa Hukum Pelapor DR. Nur Syamsiah mengatakan, komitmen mengawal keinginan kliennya untuk kasus ini berproses di meja hijau, pasalnya pernyataan kliennya tidak membuka pintu maaf atau mediasi kepada tersangka dan member whats app lainnya yang kuat dugaan mereka juga terlibat dan harus di proses hukum, “tegasnya.

READ  BNPB Bersama JICA, Lakukan Simulasi Penanganan Bencana Banjir Di Tetebatu Kabupaten Gowa

Amin Rais SH mendesak Penyidik menahan tersangka dan memeriksa yang di duga pelaku lainnya, agar kasus ini dapat bersifat adil, serta tidak mentersangkakan hanya satu orang saja apalagi sudah cukup bukti, “ungkapnya.

Turut beberapa tim kuasa hukum yang hadir dalam kunjungan di Polres Gowa, yakni ; Amin Rais SH, Masran Amiruddin,SH. MH,,Imam Sofyan SH,Irwandi SH sememtara dari BAIN HAM RI Sulawesi Selatan,Rahmat Marzuki SH beserta Sekretaris LMPP Sulawesi Selatan ,Djaya Jumain SKM. SH. (*)