Gowa, Pensilrakyat.com – Toddopuli Indonesia (TI) mengapresiasi kinerja kementerian ATR/BPN Gowa seusai berkunjung pada hari ini, Senin, (27/13/2021).

TI menilai BPN/ATR Gowa sukses menyelesaikan pemetaan, pendataan dan pengadaan tanah peruntukan pembangunan Bendungan Je’nelata.

Presiden Toddopuli Indonesia, Asrul Arifuddin mengatakan lancar dan suksesnya pengadaan tanah di tiga kecamatan, tidak lepas dari kerjasama semua pihak.

“Sudah semestinya kita saling dukung, utamanya masyarakat Gowa, dalam menyelesaikan masalah pada tahapan pra maupun pasca pembayaran lahan, bahkan sampai pada proses pembangunan Bendungan Je’nelata. Jangan sampai masalah kecil atau hal sepele dibesar-besarkan, agar semua berjalan sebagaimana yang diharapkan”, papar Asrul.

Untuk itu, dia mengaku akan membangun beberapa posko pengaduan guna mengakomodir laporan masyarakat untuk dikomunikasikan dan dimediasi ke para pihak agar cepat terselesaikan permasalahan yang ada.

Hal senada, Sekretaris Jenderal Toddopuli Indonesia, Ruslan Rahman mengingatkan agar pembayaran lahan masyarakat yang rencananya dilaksanakan pada minggu ini dilakukan atas dasar transparan, jujur dan berkeadilan.

Kepada beberapa pihak, Ruslan mengingatkan agar “jangan coba-coba melakukan kecurangan, apalagi melakukan rekayasa data untuk memperkaya diri sendiri dan atau orang lain”.

See also  Puluhan Pengurus Hadiri Kongsolidasi Pembacaan Struktur MPC KOTI Gowa

Lanjut, Ruslan menambahkan kalau pihaknya sudah memiliki data pembanding berdasarkan hasil sosialisasi ke masyarakat pemilik lahan dan menurutnya akan dilakukan kroscek setelah pembayaran.

Dia menambahkan bahwa masyarakat sudah tahu kalau nilai kebun dan sawah itu berbeda harganya. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat pemilik lahan jangan mau bekerja sama dengan pihak-pihak dalam merekayasa data.

Misalnya, lahan sawahnya tidak produktif atau cuma panen sekali tapi direkayasa menjadi lahan sawah produktif dengan panen 3 kali setahun, agar ada selisih yang bisa masuk ke kantong oknum.

Menurutnya, hal itu sama saja dengan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama (korporasi-red).

Diakhir penyampaiannya, Ruslan mengaku sudah punya pengalaman mendampingi dan memantau pengadaan tanah pada Bendungan Kareloe dan Pamukkulu.

“Modusnya hampir sama”, tutupnya.

Di tempat yang sama, Kasi Pembebasan Lahan ATR/BPN Kabupaten Gowa, Abu Bakar menyampaikan bahwa pihaknya sampai saat ini masih dalam proses perampungan data sesuai yang diajukan BBWS-PJ.

“Untuk tahap pertama, dari 1772 Ha lahan yang akan dibebaskan, baru sebanyak 500 bidang yang akan dilakukan pembayaran. Lokasi pembayaran akan dilaksanakan di Desa Moncongloe, Tanakaraeng dan Desa Bissoloro. Besaran dana yang akan dikucurkan tahap ini sekitar 200 miliar rupiah”, ungkap Abu Bakar. (*)

See also  JOIN Makassar Mencari Pemimpin