Gowa, Pensilrakyat.com – Kabupaten Gowa yang dulunya dikenal sebagai kota bersejarah dari sejak jaman penjajahan oleh kolonial Belanda dimasa kerajaan, tentunya banyak menorehkan sejarah masa lampau, yang oleh pemerintah kabupaten pada saat ini, telah sangat maju pesat peradabannya dibawah pemerintahan bupati -bupati terdahulu hingga sekarang dibawah kepemimpinan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama wakilnya H. Abd. Rauf Malaganni Krg. Kio’.

Berbagai kemajuan pembangunan disegala bidang pemerintahan telah menghantarkan Kota Sungguminasa sebagai kota Kabupaten Gowa yang sangat ramai dan berkembang serta tertata rapi bila dipandang dari sudut infrastrukturnya pada siang hari, seperti Istana Tamalate (Balla’Lompoa), Makam Raja-raja dan Kesultanan Gowa, Ruang Terbuka Hijau juga Lapangan Syekh Yusuf (Discovery Syekh Yusuf), bahkan diberbagai tempat strategis lainnya.

Namun setelah awak media ini menelusuri beberapa pusat pusat keramaian kota kabupaten saat malam hari, tim redaksi Pensilrakyat.com melihat sesuatu yang janggal dan terlihat kumuh oleh hingar bingarnya keramaian lalu lalang sekelompok orang di depan kantor Bupati Gowa, yakni Lapangan Syekh Yusuf Discovery yang tampak terlihat bagai kota tua tanpa penerangan di malam hari. Selasa, 12 April 2022.

See also  Nyaris Ricuh, Penyampaian Aspirasi AMPP di Diknas Makassar Terhalang Massa Pendukung PPDB Online

Spontanitas insting jurnalistik bertanya tanya kepada beberapa orang yang lalu lalang di lapangan Syekh Yusuf terkait suasana gelap di malam hari, merekapun mengatakan, iya pak kondisi gelap seperti ini sudah lama sejak dilakukannya perubahan perwajahan lapangan Syekh Yusuf Discovery, memang belum pernah terlihat terang karena tidak adanya penerangan di sekitar lokasi,” terang Revin salah satu pengunjungnya.

Timbul pertanyaan dibenak masyarakat, apakah pembangunan Lapangan Syekh Yusuf Discovery yang notabene dikucurkan anggaran milyaran rupiah designnya tanpa penerangan lampu jalan dan anggaran besar yang dikucurkan sudah berbanding dengan peruntukannya? Ketus Revin.

Lebih jauh Revin menambahkan, bahwa kondisi gelap di waktu malam hari tempat ini rawan dijadikan ‘esek-esek” terlebih kurangnya pengawasan oleh Satpol-PP Pemkab Gowa,” imbuhnya.

“Cobamaki liatki pak bagai kota tua kan pak di waktu malam ?? padahal ini adalah kota kabupaten, depan kantor Bupati Gowa lagi,” celotehnya dengan dialek khas Makassar. (Dpr)