Palopo, Pensil Rakyat  | Aktivis Pecinta Lingkungan melayangkan protes terkait beralih fungsinya Lapangan Gaspa menjadi pasar malam.

Protes dilayangkan aktivis pecinta lingkungan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya lapangan Gaspa menjadi rusak akibat kegiatan yang justru bukan untuk peruntukannya lagi yaitu sebagai sarana Olahraga bagi masyarakat.

Ditemui media ini, Senin, 13 Juni 2022. Ard salah seorang aktivis pecinta lingkungan menyayangkan atas penggunaan lapangan sepak bola Gaspa terhadap berdirinya stand pasar malam.

Menurutnya, Sejak duhulu di awal tahun 80~90 an, Lapangan Gaspa ada salah satu Icon dan Kebanggaan Kota Palopo.

” Saya masih ingat sepulang sekolah, kami dan beberapa anak-anak Lumenda, Kampung Pisang biasa bermain melawan anak-anak asrama dan warga sekitarnya memenuhi lapangan ini untuk berolahraga, bahkan sampai malampun lapangan ini menjadi tempat bermain yang ramai,” ungkapnya.

Namun saat ini sangat miris melihat kondisi yang kontras, lapangan bukan lagi digunakan sebagai tempat olahraga melainkan, sebagai ajang hiburan yang berpotensi merusak kualitas lapangan yang sudah menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kota Palopo.

See also  Kehadiran IKM Chocotua di Bantaeng Membawa Semangat Baru Bagi Petani Kakao

” Apalagi sekarang musim hujan, kalau digunakan pasar malam pasti merusak kontur tanah dan rumput di lapangan,” pungkas Ard yang juga merupakan alumni Ketua Remaja Masjid Agung Luwu Palopo.

Lebih jauh Ard menyampaikan, ” Kini kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika stand pasar malam sudah berdiri di lapangan Gaspa ini, olehnya itu pihak pelaksana dan pemerintah harus bertanggungjawab, segera memperbaiki kerusakan lapangan yang diakibatkan pasar malam tersebut begitu pasar malam berakhir,” tutupnya.