PensilRakyat, Soppeng — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bantaeng Syafruddin, S.Pd.,M.M sebut bahwa perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI Sulsel ke-VI di Soppeng merupakan Porseni paling meriah sepanjang perjalanan.

Hal ini disampaikan oleh Syafruddin kepada media, saat disambangi oleh Ketua Panitia Porseni PGRI Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd, Selasa (25/7/2023) di pemondokan kontingen Kabupaten Bantaeng di Jalan Balubu, Soppeng.

Menurutnya, sejak Porseni dilaksanakan, Porseni di Soppeng ini mencatat bahwasanya inilah Porseni yang paling meriah sepanjang perjalanan.

“Dan Alhamdulillah, kami melihat bahwa persiapannya cukup matang di satu sisi juga kita tidak menapikan bahwasanya ada kekurangan-kekurangan tetapi saya kira kekurangan itu adalah sebuah hal yang wajar, katakanlah misalnya untuk memfasilitasi orang yang kira-kira jumlahnya sampai 60.000 itu bukan suatu hal yang mudah di tempat manapun dilakukan kegiatan,” ungkapnya.

“Jika ada kendala itu adalah hal biasa untuk perhelatan sebesar ini dan Insya Allah itu akan menjadi sebuah koreksi yang memang harus membutuhkan perhatian banyak pihak untuk mengurangi masalah,” ucapnya.

See also  Komunitas Anak Pelangi Gelar Zikir Pemberdayaan, Ini Kata Pak Cawi

Syafruddin juga menjelaskan bahwa kontingen yang ikut di Soppeng ada 235 atlet dan official ditambah penggembira 1.500 orang target,” papar Syafruddin yang juga Kepala UPT SMAN 4 Bantaeng ini.

Adapun untuk target perolehan medali bagi Kabupaten Bantaeng, dia tidak mematok terlalu tinggi namun jika bisa juara akan lebih baik.

“Kami sebenarnya tidak menargetkan juara, namun ada keinginan untuk juara sudah pasti itu, tapi kita tidak punya target berapa medali yang harus kita dapatkan tetapi kami menitikberatkan kepada teman-teman peserta lomba dan atlet kami bahwasanya perhelatan ini sesungguhnya bukan untuk meraih juara, tetapi kita ingin menambah persahabatan baru,” tambahnya.

“Kami juga dalam kesempatan ini, berpesan bahwa yang lebih utama dengan memperluas jaringan dan semakin banyak kita berinteraksi dengan orang lain. Saya kira ini akan menjadi modal utama kita untuk bisa survive ke depan,”lanjut Syafruddin.

“Jadi di sini bukan kita ingin menunjukkan kekuatan akan tetapi kita hadir untuk menjadi edukasi dalam perjalanan panjang organisasi kita ini,” tutupnya.

See also  Saung Kampung Rewako Jeknek Tallasa Jadi Destinasi Wisata Pilihan Diakhir Pekan