Lutim, Pensilrakyat.com – Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, US membantah telah melakukan penganiayaan terhadap petugas SPBU Wasuponda, Rudi Arianto pada Kamis (05/05/2022) malam lalu.

“Tidak ada pemukulan, hoax itu. Lagian dia tiba-tiba muncul dari arah kamar mandi tanpa identitas pegawai SPBU, sopir saya mengira dia siapa,” tepisnya seperti dikutip dari Inputrakyat.co.id.

US menceritakan, awalnya dia sementara diskusi dengan tiga pegawai SPBU tentang kesiapan BBM. Tiba-tiba dia (Rudi) muncul tanpa identitas yang menampakkan sebagai pegawai SPBU.

“Kejadian tadi malam di SPBU Togo, Kecamatan Wasuponda itu tidak ada pemukulan. Memang sopir saya sempat menghampiri Rudi tapi saya melerai untuk tidak melakukan pemukulan. Sopir saya juga tidak mengenal Rudi karena tidak ada identitas yang digunakan sebagai karyawan SPBU,” jelas US.

“Sekali lagi apa yang di mediakan itu tidak benar adanya yang mengatakan terjadi pemukulan, karena saya yang menahan sopir untuk tidak melakukan pemukulan,” tambahnya.

Rudi telah melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Luwu Timur. Juga bukti rekaman CCTV.

See also  Tony Iswandi Soroti Statement Gubernur Sulsel Terkait Renovasi Stadion Mattoanging

Rudi menceritakan, mulanya US yang tak lain wakil ketua DPRD Lutim hendak mengisi emergency BBM jenis pertalite.

“Operator saya menjelaskan bahwa emergency pertalite lagi kosong karena sementara diurus izin memenuhi kuota pertalite. Namun hal itu tak diterima US,” kata Rudi.

“Saya lihat mereka (petugas SPBU) cekcok. Saya pun menghampiri dan menjelaskan ke US sebagaimana mestinya. Ini SPBU baru, soal itu sementara kami urus izinnya, tetapi US belum juga menerima penjelasan kami sehingga ia mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas lalu mengatakan kau tidak tahu saya siapa?”, sambungnya lagi.

Tak hanya itu lanjutnya, US juga beberapa kali mencoba memukul dan menamparnya.

“Namun saya menghindar dan tiba-tiba sopirnya keluar dari mobil lalu memukul saya dibagian lengan, tangan serta paha. Dari perbuatan tak menyenangkan ini saya pun ke Mapolres untuk melaporkan dengan harapan persoalan ini di proses, dan tak hanya itu saya akan melakukan aksi demo di DPRD agar US diberikan sanksi,” tegas Rudi. (*)

See also  BAIN HAM RI, 34 Provinsi Prioritaskan Kasus Korupsi dan Pencemaran Lingkungan